Memahami Dasar Warna ~ Notepedia

Monday, May 13, 2013

Memahami Dasar Warna
Dalam suatu Design pasti nya tidak akan lepas dengan nama nya Warna , warna begitu sangat penting dalam membuat suatu keindahan karena warna mewakilkan suatu sifat dan kesan pada objeck  sehingga objeck akan Nampak dinamis  namun bayangkan seandainya hidup ini hanya memiliki 2 warna saja apa yang kamu rasakan ..? mungkin kamu akan merasakan bosan,monoton, dan statis karena warna yang kamu lihat itu-itu saja  tapi Tuhan itu begitu indah karena mampu membuat miliaran  warna walaupun hanya sebagian warna saja yang mampu di tangkap oleh panca indera manusia.

 Di artikel ini saya akan menjelaskan tentang warna dan pengertiannya agar teman dapat memahami unsur warna dalam suatu design hal ini sangat penting sebagai pembelajaran dasar design karena apabila design teman buat tidak memiliki warna maka akan terasa kaku dan statis bagi penikmat desain tersebut. Nah berikut ini adalah penjelasan yang saya susun sendiri .

Pengertian Warna Menurut Teori

Warna menurut Teori adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer.Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer. Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta.

Pengertian Warna Menurut Seni Rupa

Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah warna. Jadi dalam warna dapat di bagi menjadi 3 pokok warna dasar yaitu Merah,Biru,dan Kuning yang disebut sebagai warna primer.

Teori Warna Brewster

Teori Brewster
Teori Brewster adalah teori yang menyederhanakan warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna. Keempat kelompok warna tersebut, yaitu: warna primer, sekunder, tersier, dan warna netral. Teori ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1831.

 Kelompok warna ini sering disusun dalam lingkaran warna brewster. Lingkaran warna brewster mampu  menjelaskan teori kontras warna (komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad.

Berikut ini penjelasan 4 kelompok warna tersebut :

Warna primer

Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning.

Warna sekunder

Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.

Warna tersier

Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga. Warna coklat merupakan campuran dari ketiga warna merah, kuning dan biru.

Warna netral

Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam.

Warna panas dan dingin

Lingkaran warna primer hingga tersier bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok warna panas dan warna dingin. Warna panas dimulai dari kuning kehijauan hingga merah. Sementara warna dingin dimulai dari ungu kemerahan hingga hijau.
Warna panas akan menghasilkan sensasi panas dan dekat. Sementara warna dingin sebaliknya. Suatu karya seni disebut memiliki komposisi warna harmonis jika warna-warna yang terdapat di dalamnya menghasilkan efek hangat-sedang.

Hubungan antar warna

Kontras komplementer

Adalah dua warna yang saling berseberangan (memiliki sudut 180°) di lingkaran warna. Dua warna dengan posisi kontras komplementer menghasilkan hubungan kontras paling kuat. Misalnya jingga dengan biru.

Kontras split komplemen

Adalah dua warna yang saling agak berseberangan (memiliki sudut mendekati 180°). Misalnya Jingga memiliki hubungan split komplemen dengan hijau kebiruan.

Kontras triad komplementer

Adalah tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga sama kaki dengan sudut 60°.

Kontras tetrad komplementer

Disebut juga dengan double komplementer. Adalah empat warna yang membentuk bangun segi empat (dengan sudut 90°).

Warna dan Sifatnya

Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna).

Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmiah, keduanya bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen.
Mungkin teman dapat mengambil kesimpulan sehingga teman pembaca mampu mengartikan arti makna warna tersebut. Namun menurut kesimpulan saya Warna adalah suatu pantulan cahaya yang dapat di terima oleh salah satu 5 panca indera ( mata ) namun warna memilki 3 pokok merah,biru dan kuning. Namun dalam standart international warna dapat dibagi lagi berikut adalah stadart warna tersebut :
  1.  Standart Warna RGB
  2.  Standart Warna CMYK
  3.  Standart Warna HSB
  4.  Standart Warna HLS
  5.   Standart Warna Lab
  6.  Standart Warna YIQ
Dalam artikel ini masihlah belum cukup untuk memperlajari mengenai warna, warna begitu luas dan memiliki kesan nya masing –masing mungkin di artikel selanjutnya akan saya menjelaskan lebih detail kembali mengenai standart warna international dan juga fungsi kengunaan standart warna tersebut. Semoga bermanfaat

Disusun :
Nandawan Libya Hasanah, Warna dalam design,2013,uppedia

SHARE THIS POST

Permohonan Penulis :

Penulis mengizinkan teman untuk mengutip, menggunakan, mengembangkan dan memperbanyak isi artikel ini secara bebas namun dengan tetap menyertakan nama penulis, sumber dan referensi penulis
Memahami Dasar Warna
4 / 5
Oleh

6 komentar

Are you Awesome? Legend has it that Awesome people can and will share this post!
Memahami Dasar Warna