Karakteristik Desain User Experience (UX)

Kita membahas lebih dalam mengenai UX Design dan juga menjelaskan karakteristik User Experience yang baik dan benar, jika sudah membaca catatan saya sebelumnya yaitu Dasar User Experience (UX) Design

Desain User Experience yang Baik dan Benar
Photo by Nathana Rebouças on Unsplash

Pedahuluan

Kita membahas lebih dalam mengenai UX Design dan juga menjelaskan karakteristik User Experience yang baik dan benar, jika sudah membaca catatan saya sebelumnya yaitu Dasar User Experience (UX) Design, isi pokok pembahasan tidak bergitu berbeda tapi disini saya menambahkan lebih terperinci lagi.

Awal User Experience

Jika kamu sering ke ATM dimanapun kamu berada mungkin kamu tidak menyadari ada fenomenal yang perlu user experience lakukan untuk mengatasi permasalahnya, bukan tampilan layar atm atau mesin atm tapi pintu masuk ke ruangan atm itu, kamu mendorong pintu itu yang seharusnya kamu menariknya agar dapat masuk ke ruang atm. Istilah ini disebut sebagai "Norman Doors" berasal bagian nama yang menjelaskan fenomenal tersebut, Don Norman seorang peneliti, professor dan penulis yang salah satu bukunya berjudul "The Design of Everyday Things" dan juga seorang yang mencetus sebutan "user experience (UX)", ia berpendapat bahwa tidak semua desain produk menerapkan user experience.

Fenomenal Pintu itu adalah salah satu contoh, mari kita menghubungkan dengan produk teknologi digital seperti app atau website, kamu tahu fungsi ikon yang terdapat pada app?. Iya, fungsinya untuk menghemat ruang sehingga kita dapat menambahkan konten yang dibutuhkan pada app dan apa yang terjadi jika tidak ada ikon, mungkin akan menjadi tulisan yang bertumpuk pada app itu, selain itu fungsi ikon dapat mudah dimengerti dan kamu tidak perlu menerjemahkan lain bahasa karena orang tidak bisa baca saja bisa tahu apa yang terjadi jika ikon itu di tekan tapi untuk sebuah kasus tertentu teks juga berguna.

Karakteristik User Experience (UX) yang baik

Seperti saya sampaikan pada bagian pendahuluan karena isi pokok tidak begitu berbeda pada catatan Dasar User Experience (UX) Design mengenai 4 point penting yaitu dapat digunakan (usable), menyesuakan (equitable), kenyamanan (enjoyable), dan berguna (useful). Berikut saya jelaskan secara satu persatu dari 4 point tersebut.

Digunakan (Usable)

Dingunakan (usable) yaitu mudah memahaminya atau istilah lainnya yaitu user friendly dan produk berjalan dengan baik, kita buat contoh saja search engine google kamu hanya perlu mengetik apa yang ingin kamu cari tanpa kesulitan mencari kolom pencaharian.

Menyesuaikan (equitable)

Menyesuaikan (equitable) yaitu siapapun bisa menggunakan produk itu tanpa terlepas dari latar belakang, jenis kelamin, ras, atau batasan keahlian. Kita buat contoh layanan app google map jika kamu ingin menuju ke sebuah alamat yang sudah di tentukan pada app itu, tapi tidak dapat melihat layar karena kamu sedang mengendarai kedaraan maka app google map akan memandumu dengan suara.

Kenyamanan (enjoyble)

Kenyamanan (enjoyble) yaitu user sangat senang menggunakan produk karena sesuai apa yang user pikirkan dan rasakan jadi user akan terikat untuk selalu menggunakan produk itu. Kita buat contoh app youtube kamu bisa menonton video kamu suka disana , dan app akan merekomendasikan sebuah video yang mungkin kamu suka berdasarkan video yang sering kamu buka.

Berguna (Useful)

Berguna (Useful) yaitu dapat mengatasi permasalahan pada user. lalu apa bedanya digunakan (Useble) ?. Berbeda, karena Sebuah produk tidak berguna (Useful) jika produk tidak bisa digunakan (Useble) dan sebaliknya. Jadi digunakan (Useble) produk bekerja dengan baik dan mudah digunakan dan Berguna (Useful) Produk dapat mengatasi permasalahan pada user. contoh kita tidak mengetahui sebuah alamat maka kita menggunakan app google map untuk menunjukan jalanya jadi lebih ke fungsi produk itu.